Hai tuan,
Aku mengira kamu sudah melupakannya. Nyatanya pikiranku meleset kamu masih menyayangkan hal itu dan masih senang bercinta dengan kenangan masa lalumu.
Kelewatan memang,
Hampir dua setengah tahun rasa ini begitu pekat terhadapmu. Berharap lebih mendapatkan hati yang sudah jelas tidak pernah untukku.
Bodoh,
Aku terlalu dibutakan oleh perasaan ini. Seandainya kamu tau, aku selalu ada di belakangmu diantara puan-puan mengecewakan yang pernah singgah di hidupmu.
Tuan,
Sulit bagiku untuk melepaskanmu. Berjuta cara ku lakukan untuk pergi dari hidupmu tetap saja tidak mempan. Rasa ini terlalu besar.
Tapi tak apa,
Aku yakin sebentar lagi waktu yang akan memisahkan kita. Aku berharap, lambat laun rasa ini pudar karena kesibukan masing-masing kedepannya.
Tuan,
Jaga dirimu baik-baik ya. Semoga tak ada lagi puan yang mengecewakanmu selanjutnya. Aku ingin melihatmu bahagia (meski dari kejauhan). Kamu pantas untuk itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar